|
Ditulis Oleh: Administrator
|
|
Kamis, 02 Juli 2009 |
 Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi kecelakaan yang menimpa seseorang atau sekelompok orang. Kecelakaan bisa terjadi dimana saja, di rumah, jalan, tempat kerja atau ditempat lainnya. Umumnya kecelakaan terjadi tanpa diduga sebelumnya dan akibat yang ditimbulkannya bervariasi, bisa berupa cedera ringan, sedang, berat bahkan sampai meninggal dunia. Berdasarkan jumlah korban, kecelakaan bisa terjadi dengan satu korban, banyak korban (musibah) atau sangat banyak korban (bencana). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nasib atau akhir derita korban, antara lain: Keparahan cedera, waktu antara kejadian sampai pelayanan P3K, sarana/ fasilitas P3K, keterampilan petugas P3K, jarak tempuh ke rumah sakit, ketersediaan alat transportasi ke rumah sakit dan adanya komunikasi ke rumah sakit tujuan. Apabila semua factor ini berfungsi dan tersedia dengan baik maka dampak dari cedera bias diperkecil dan kerugian yang lebih besar bias dihindari., untuk selengkapnya dapat di download dengan klik disini |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Administrator
|
|
Kamis, 02 Juli 2009 |
www.waspada.co.id Untuk ukuran awam, istilah Thalasemia mungkin masih cukup jarang
terdengar. Padahal, di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak
penderita penyakit kelainan darah yang bersifat diturunkan secara
genetik dan banyak terdistribusi di Asia ini, dan data yang ada juga
pernah menyebutkan ada sekitar ratusan ribu orang pembawa sifat
thalasemia yang beresiko diturunkan pada anak mereka, serta data lain
yang menemukan bahwa 6-10% penduduk kita merupakan pembawa gennya.
Untuk ukuran awam, istilah Thalasemia mungkin masih cukup jarang
terdengar. Padahal, di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak
penderita penyakit kelainan darah yang bersifat diturunkan secara
genetik dan banyak terdistribusi di Asia ini, dan data yang ada juga
pernah menyebutkan ada sekitar ratusan ribu orang pembawa sifat
thalasemia yang beresiko diturunkan pada anak mereka, serta data lain
yang menemukan bahwa 6-10% penduduk kita merupakan pembawa gennya.
Penderita thalasemia mayor yang kerap dipadankan dengan istilah
thalasemia saja di negara kita sendiri sudah tercatat sekitar lima ribu
diluar yang belum terdata atau kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Angka penderita dunia, sementara, jauh lebih besar dengan bandingan
anggapan bahwa setiap tahunnya ada seratus ribu penderita baru yang
lahir dari pasangan pembawa gen.
Sulitnya pilihan pengobatan dimana pasien biasanya membutuhkan
transfusi darah terus menerus untuk memperpanjang hidup, dan tidak
sempurnanya kesembuhan yang dicapai membuat kita mungkin perlu sedikit
memberi perhatian lebih pada penyakit ini. | |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Adam
|
|
Rabu, 01 Juli 2009 |
Asma
adalah penyakit saluran nafas kronik, yang sangat mengganggu bila
terjadinya serangan terlalu sering. Kadang tiap bulan, setiap minggu,
tiap hari, bahkan tiap saat, sehingga menggangu aktivitas. Aktivitas
yang terganggu bisa berupa anak tidak hadir disekolah atau orang dewasa
tidak bisa masuk ke tempat kerja. Hal ini diungkapkan oleh Prof. dr.
Hadiarto Mangunnegoro, Sp.P, FCCP(K) yang bertindak sebagai narasumber
seminar mengenai asma dengan tema "You Can Control Your Asthma” di Rumah Sakit ASRI, Jakarta.
|
| |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Adam
|
|
Senin, 25 Mei 2009 |
Enam puluh jenis obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung
bahan kimia obat (BKO) ditarik dan dimusnahkan. Obat tersebut terdiri
dari 6 item obat tradisional pelangsing diantaranya Qianjiali Kapsul
Pelangsing dan Lasmi Kapsul, 9 item obat tradisional dan suplemen
makanan penambah stamina pria diantaranya New Idola Kapsul dan
Purwoceng Serbuk, serta 45 obat tradisional lainnya seperti Pamong Raga
Pegal Linu dan Gatal Eksim Serbuk. Selengkapnya dapat dilihat dalam lampiran.klik di lampiran untuk melihat
Masyarakat
diserukan agar tidak membeli dan mengkonsumsi obat tradisional dan
suplemen makanan yang mengandung BKO karena membahayakan kesehatan
antara lain hipertensi, gagal ginjal, jantung berdebar, dan kerusakan
hati bahkan dapat menimbulkan kematian.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Adam
|
|
Jumat, 15 Mei 2009 |
BEBERAPA minggu terakhir dunia
dihebohkan dengan penyebaran swine ifluenza atau lebih dikenal dengan
flu babi. Penyebaran flu babi ini mulai terkenal semenjak terdeteksi di
Meksiko pada 13 April lalu. Virus ini dapat menyebar dengan sangat
cepat ke berbagai belahan dunia. Terakhir diberitakan, korban meninggal
mencapai 149 orang. Dari jumlah tersebut baru 20 korban yang dinyatakan
positif terjangkit virus flu babi. Sedangkan yang lainnya masih
menunggu hasil uji laboratorium.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Adam
|
|
Selasa, 12 Mei 2009 |
|
MESKI tidak berbahaya, influenza sangat mengganggu
aktivitas dan menurunkan produktivitas. Supaya tak kerap menghampiri,
sebaiknya lakukan vaksinasi.
Influenza atau yang biasa disebut
flu merupakan suatu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan demam,
menggigil, batuk, rasa sakit pada tubuh,sakit kepala, dan terkadang
sakit telinga atau permasalahan sinus. Virus influenza ini banyak
menyerang siapa saja tanpa melihat umur, walaupun lebih banyak
menyerang anak-anak.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Administrator
|
|
Selasa, 14 April 2009 |
Hari Minggu, !5 Maret 2009 Menkes Dr. dr. Siti Fadillah Supari, Sp
JP(K) membuka sepeda gembira (fun bike) untk anak-anak usia sekolah
(SD, SMP, dan SMA) dan undangan lain berjumlah 1000 orang. Kegiatan
dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia 2009 dengan
tema "Ayo aktif bergerak, bermain dan makan makanan bergizi untuk
mencegah kanker". Sepeda gembira dimulai dari halaman Depkes Jl. HR
Rasuna Said Kuningan-Jakarta-Jl. Prof Satrio-Mega Kuningan-Jl. Denpasar
dan kembali ke Depkes.
Acara ini merupakan salah satu rangkaian
kegiatan Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4
Februari. Sebelumnya, pada tanggal 18 Februari 2009 dilaksanakan juga
seminar bagi anak-anak SD dan SMP untuk mengkampanyekan gaya hidup
sehat untuk mencegah kanker di Aula Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Kuningan - Jakarta. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Adam
|
|
Sabtu, 11 April 2009 |
Jika
Anda merasa sakit dan nyeri pada bagian bawah perut, di atas tulang
kemaluan, dan bahkan merasakan anyang-anyangan atau rasa ingin buang
air kecil lagi, waspadalah! Itu salah satu gejala Anda terkena infeksi
saluran kemih.Infeksi saluran kemih, menurut dr Mahatma
Putra, SpU dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, dapat dibagi
atas dua bagian, yaitu infeksi saluran kemih dengan penyulit dan
infeksi saluran kemih tanpa penyulit. Disebut infeksi saluran kemih
dengan penyulit jika ada batu dalam saluran kemih dan terjadi
penyumbatan prostat. Dan disebut tak ada penyulit jika murni terinfeksi
oleh kuman dari luar yang masuk ke saluran kencing.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Administrator
|
|
Senin, 06 April 2009 |
|

KPA Nasional
Progresivitas akibat infeksi HIV pada masa perinatal lebih cepat dibandingkan dengan anak yang lebih besar
BUKAN
berita baru bahwa HIV/AIDS kini telah menjadi epidemic di Indonesia.
Penderitanya pun tiap tahun kian meningkat. Dan meski jumlah ODHA
(orang dengan HIV/AIDS) laki-laki tetap menempati urutan terbanyak,
ODHA perempuan pun makin lama semakin bertambah.
Pertambahan ini secara otomatis berimplikasi pada kenaikan bayi
pengidap HIV. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mencatat, dari 400
anak yang terlapor dengan kemungkinan terkena HIV/AIDS, 300 di
antaranya telah terdiagnosis sakit.
Ironisnya, angka ini adalah mereka yang memeriksakan diri, sementara di
luar sana diperkirakan masih banyak anak penderita HIV/AIDS lain yang
belum terdiagnosis.
Demikian
diungkapkan Dokter Spesialis Anak Konsultan dari Divisi Alergi
Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia RSCM Arwin Akib dalam Simposium dan Workshop, HIV Infection in Infant and Children in Indonesia: Current Challenges in Management, di Jakarta, Sabtu (22/3) lalu. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Adam
|
|
Rabu, 01 April 2009 |
|
|
| |
Antioksidan bisa dihasilkan oleh tubuh, tetapi juga dapat ditambahkan dari luar tubuh melalui makanan dan food supplement (makanan tambahan).
Antioksidan yang dipro duksi di dalam tubuh disebut antioksidan
endogen, berupa tiga enzim, yaitu superoksida dismutase, glutation
peroksidase, dan katalase. Ketiganya bertugas menetralkan radikal
bebas. Tugas tersebut dibantu oleh antioksidan dari luar, lazim disebut
antioksidan eksogen, yang berasal dari bahan makanan. Mereka terdiri
atas vitamin C, vitamin E, betakaroten, zinc, dan selenium.
| |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Adam
|
|
Rabu, 25 Maret 2009 |
|
Sebanyak
80% ibu di tahun 2008, berdasarkan hasil riset Milward Brown, telah
mengetahui tanda umum anak bergizi baik. Upaya sosialisasi tanda umum
anak bergizi baik di tahun 2009 ini akan membidik anak dan lingkungan
sekolah melalui ajang adu bakat anak sehat. Acara ini merupakan kerja
sama dari Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI). |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Adam
|
|
Senin, 23 Maret 2009 |
Kehidupan
modern di kota besar saat ini juga berdampak pada kesehatan organ
reproduksi wanita. Hal itu bisa dimulai dari toilet. Kok, bisa?
Infeksi organ kewanitaan tak pandang usia. Perempuan usia muda juga
bisa mengalami infeksi tersebut. Sebut saja infeksi jamur Candidiasis vagina ataupun infeksi kuman Coccus, kata Dr. H.M. Natsir Nugroho, Sp.OG, Mkes.
| |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 22 dari 108 |